Selasa, 21 Oktober 2014
My story in and after Seventeenth years old
CINTA ? semua juga pasti pernah mengalami dan mengerti apa itu cinta dan bagaimana menjalani sebuah cinta. Aku menganggap masa remaja adalah masa kebebasanku , masa dimana aku tidak terlalu dipantau oleh kedua orang tuaku, tapi ternyata apa yang aku bayangkan tidak sesuai dengan apa yang aku inginkan , aku menganggap diriku remaja ketika umurku sudah 17 tahun, tetapi ketika aku berumur 17 tahun tidak seperti apa yang aku bayangin dan aku inginkan , semua berbalik arah sama seperti dimana aku masih dibawah umur 17 , tidak ada kebebasan dalam umur 17 ku. Ulang tahunku yang ke 17 aku punya harapan , semoga di umurku yang sudah menginjak dewasa ini apa yang aku pilih selalu disepakatin kedua orang tuaku dan tidak lagi menjadi beban kedua orang tuaku dan jika ada seseorang yang mengatakan perasaan disaat aku udah lewat dari umur 17 ku, aku berharap dia yang terbaik buat aku dan dialah yang terakhir . Tapi, apa yang aku harap tidak ada sama sekali yang terkabul . Seseorang yang berhasil mengisi keseharianku selama 1 tahun lebih sampai aku berumur 18 tahun ternyata tidak sesuai dengan apa yang orang tuaku harapin. Apa yang aku jalanin selama ini tidak pernah diridhoi kedua orang tuaku. kedua orang tua bersikeras menyuruhku untuk mengakhiri hubunganku sama dia , tapi aku tetep ngelanjutin hubunganku sama dia, karena aku sayang sama dia ,Aku juga sayang sama kedua orang tuaku . Tetapi kalau masalah tentang percintaan aku pengen semua itu tergantung aku, kedua orang tuaku ngikut apa kataku, tapi orang tuaku tetep ngga mau aku ngelanjutin hubunganku sama dia. Dari situ aku backstreet dari orang tuaku, aku diam diam pacaran sama dia, dan sampe akhirnya semua itu kebongkar dengan sendirinya . Orang tuaku tau kalau aku masih pacaran sama dia , mereka marah besar sama aku sampe mereka ngga nyapa aku untuk beberapa minggu sampe lebaran datang. Aku udah janji kalau aku bakal mutusin dia habis lebaran tapi masih tetep aku ngelanjutin hubunganku sama dia . Aku sayang kedua orang tuaku , aku ngga pengen kedua orang tuaku sakit hati sama aku , tapi dibalik keinginanku yang utam itu , keinginanku yang lain ituu pengen kalau orang tuaku bisa menerima pacar aku apa adanya meskpiun ngga sesuai apa yang mereka minta , aku juga sayang sama dia , sayang banget tapi sekarang aku diantara orang orang yang aku sayang , orang tuaku dan dia pacar aku. Aku ngga tau harus gimana , aku ngga mau jauh dari orang-orang yang aku sayang , ngga pengen kehilangan orang-orang yang aku sayang. meskipun aku tau maksud orang tua seperti itu pasti pengen yang terbaik untuk anaknya , tapi entah kenapa sampai sekarang aku seperti tertutup dengan embun cinta . Berharap yang terbaik untuk apa yang aku jalanin . Allah pasti memberikan yang terbaik buat hambanya , Allah ngga pernah tidur , Allah sudah mengatur semuanya . Aku percaya suatu saat nanti ada jalan cerah meskipun bukan sekarang, Allah pengen aku usaha dan berdoa sama Allah :)
" Allah is never sleep , Allah knows what is best for me , and Allah has some miracle for me in the next "
" Believing,Praying, Hoping and Trying , certainly can and must be a miracle from Allah for me , for my family and my journey of my love "
Minggu, 19 Oktober 2014
Langganan:
Komentar (Atom)
